Oleh: Embung Megasari Zam

Jika berbicara tentang emosi maka setiap orang akan mengatakan bahwa ia pernah merasakannya, setiap orang bereaksi terhadap keberadaannya. Hidup manusia kaya akan pengalaman emosional, hanya saja ada yang sangat kuat dorongannya, ada pula yang samar sehingga ekspresinya tidak tampak. Di satu sisi banyak orang menganggap Kecerdasan emosional itu hal yang tidak begitu penting dibanding Kecerdasan intelektual.

Emosi adalah perasaan yang ada dalam diri kita, dapat berupa perasaan senang atau tidak senang, perasaan baik dan buruk. Dalam World Book Dictionary (1994:690) emosi didefinisikan sebagai “berbagai perasaan yang kuat”. Goleman (1995:411) menyatakan bahwa “emosi merujuk pada suatu perasaan atau pikiran-pikiran khasnya, kejadian biologis dan psikologis serta kecenderungan untuk bertindak”.

Sedangkan perkembangan sosial menurut Hurlock (1978:250) mengutarakan bahwa perkembangan sosial merupakan perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. “Sosialisasi adalah kemampuan bertingkah laku sesuai dengan norma, nilai dan harapan sosial”.

Dari hasil penelitian tentang perilaku oleh dr.Daniel Goldman menyebutkan bahwa Emosi telah menunjukkan peran yang berarti dalam kehidupan mental kita. Sebagai makhluk hidup kita memiliki dua macam pikiran yakni satu yang berfikir dan lainnya yang merasakan. Sebagai makhluk sosial kita membutuhkan orang lain dimana kemampuan bersosialisasi sangat dibutuhkan. Sementara kecerdasan emosional menjadi sangat penting dalam kehidupan sosial dan juga karir kita dalam dunia kerja sehari hari.

Kecerdasan emosional membantu kita berhubungan dengan orang lain, bertingkah laku dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat, belajar memainkan peran sosial dimasyarakat serta mengembangkan sikap/tingkah laku sosial terhadap individu lain dan aktivitas sosial yang ada di masyarakat. Dalam menentukan kesuksesan karir pun kecerdasan emosional memainkan peranan penting. Mampu bekerjasama dalam tim adalah contoh dari perilaku emosional yang cerdas, sehingga menyelesaikan sebuah tugas secara bersama dan meraih sukses.

APAKAH KECERDASAN EMOSIONAL ITU ?

Menurut Andrew Coleman pada bukunya A Dictionary of Psychology:

Kecerdasan Emosional adalah kemampuan untuk memonitor emosi diri sendiri dan orang lain, memilah-milah antara emosi yang satu dengan yang lain, serta menggunakan informasi emosi untuk memandu cara berpikir dan perilaku.

Kecerdasan emosional (EQ) ditandai dengan kemampuan seseorang mengendalikan diri dalam menghadapi keadaan sulit. Dengan pengendalian yang kuat, ia bisa dengan tenang melihat permasalahan dan dengan tenang memperhitungkan dampak dari suatu keputusan atau suatu tindakan.

Setiap orang mempunyai perbedaan personalitas, kepribadian, keinginan dan kebutuhan dan bagaimana menunjukan emosi. Perhatian orang yang cerdas secara emosi bukan hanya berrfikir logis tetapi juga mampu berfikir arif dan bijak, Ia bukan hanya mengenali siapa dirinya, tetapi juga berusaha mengenali orang lain yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi sehingga kehadirannya dapat memecahkan masalah bukan membuat masalah baru.

PENTINGKAH KECERDASAN EMOSIONAL TERSEBUT ?

Dalam dunia kerja, peranan IQ atau Intelligence Quotient juga penting. IQ adalah ukuran kecerdasan intelektual seseorang yang dinilai berdasarkan kemampuan kognitif, penalaran, dan logika. Tapi memiliki tingkat inteligensia yang tinggi ternyata tidak serta-merta menjamin seseorang jadi orang yang sukses. Banyak pakar menganalisa bahwa IQ yang tinggi tidak berbanding linier dengan kesuksesan. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang berpendidikan tinggi tetapi belum tentu punya tingkat kecerdasan emosi yang baik (belum cerdas emosinya).

IQ tetap perlu didukung kecerdasan emosional (Emotional Intelligence/EI atau sebelumnya disebut Emotional Quotient/EQ). Kini, kecerdasan emosional menjadi salah satu hal penting dalam dunia bisnis.

Kita sudah mengetahui bahwa orang-orang paling sukses bukanlah yang paling cerdas atau yang paling tercukupi hidupnya. Anda mungkin kenal seseorang yang cerdas tapi ternyata kurang sukses dalam pekerjaan atau hubungan pribadinya. Nah, di sinilah kecerdasan emosional berperan penting dalam kehidupan. IQ membantu untuk menyerap ilmu yang diperlukan dalam pekerjaan, tetapi kecerdasan emosional membantu kita untuk mengelola stres dan emosi serta menyelesaikan masalah dalam pekerjaan.

Ada banyak orang di belahan dunia ini yang sangat hebat di bidang akademis tetapi mereka tidak mampu dengan baik berhubungan dengan orang lain (bergaul). Kecerdasan akademik tidak cukup untuk menjadikan seseorang itu sukses dalam menjalani kehidupannya, akan tetapi kecerdasan akademik (IQ) dapat membantu seseorang mendapatkan pekerjaan dan mencari nafkah lebih mudah dan tidak menunjukkan kepadanya bagaimana untuk hidup yang lebih baik.

Kecerdasan emosional dapat mempengaruhi hal-hal berikut:

  1. Kinerja

Kecerdasan emosional membantu anda mengetahui dan memperbaiki hubungan sosial anda di tempat kerja, memimpin dan memotivasi orang lain, serta meningkatkan karir. Banyak perusahaan yang menganggap kecerdasan emosional sama pentingnya dengan kemampuan teknis.

  1. Kesehatan fisik

Pernah kah kita merasa lelah berlebihan ketika menghadapi tekanan pekerjaan? Menghadapi masalah dalam pekerjaan yang membuat kita stres sehingga mempengaruhi kinerja anda? Mengelola emosi menjadi sangat penting untuk menekan tingkat stres. Stres yang tidak terkelola dengan baik bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius, seperti meningkatkan tekanan darah, menurunkan daya tahan tubuh, mempercepat penuaan dan meningkatkan resiko stroke dan serangan jantung.

  1. Kesehatan mental

Stres yang tidak terkontrol juga dapat menimbulkan gangguan mental, seperti perasaan cemas, ilusi dan depresi. Ketidakmampuan mengelola emosi juga bisa menimbulkan mood swing yang berpengaruh terhadap kemampuan menjalin hubungan yang kuat.

  1. Hubungan antar sesama

Dengan memahami emosi dan mampu mengendalikannya, kita bisa mengekspresikan perasaan dan memahami perasaan orang lain dengan lebih baik, sehingga kita bisa berkomunikasi lebih efektif dan membangun relasi yang lebih kuat, baik di tempat kerja, dilingkungan tempat tinggal maupun ranah pribadi.

Bisa dibayangkan jika kemampuan mengelola kecerdasan emosional tidak anda miliki pasti akan berpengaruh besar terhadap karir dan kehidupan secara pribadi, banyaknya kendala hanya dikarenakan anda tidak mampu membina hubungan dengan sesama rekan kerja, mungkin bahkan kepada atasan anda. Akibatnya anda terlihat tidak diperlukan dalam perusahaan (tempat bekerja) dan itu artinya anda akan sulit untuk meniti karir jauh lebih baik. Sebaliknya jika kita mampu menjalankan kemampuan emosioal dengan baik bisa dipastikan kita akan sukses, karena ketika kita merasa bahagia dan merasa bahwa hidup kita sudah sukses, kecerdasan emosional lah yang membantu kita dalam merasakan semua itu. Kecerdasan emosional ini memiliki peran penting dalam kehidupan kita, yaitu: untuk memberikan motivasi, kesadaran diri, kebahagian, rasa, empati, simpati dan yang lainnya.

Orang yang cerdas emosinya akan mampu mengenali keadaan emosional mereka sendiri dan keadaan emosional orang lain dan sebagai akibatnya mereka lebih mudah berhubungan dengan orang disekitarnya, baik dalam bidang akademik, ekonomi, pekerjaan, maupun saat bercanda dengan teman-teman Anda.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki kecerdasan emosional yang baik, kita akan bisa memiliki kemampuan berkomunikasi lebih baik, membentuk hubungan yang lebih kuat dengan orang disekitar, bisa lebih mudah mencapai sukses, dan saat bekerja kita akan mampu untuk mengatasi persoalan dengan baik, tanggap dalam segala sesuatu, dan tentunya mampu meniti jenjang karir dalam kerja yang lebih tinggi.

Kecerdasan emosional sangat penting bagi kehidupan seseorang karena itu adalah salah satu kunci sukses dalam hidupnya. Cara terbaik untuk mengembangkan keterampilan emosional kita adalah melalui praktek dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita kemudian dapat menjadi lebih efisien dalam mengenali dan mengelola emosi kita serta emosi orang lain dan membuat kita lebih bahagia, hidup lebih sukses dan terpenuhi segala yang kita inginkan.

PERLUKAH MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL ?

Dalam dunia yang kompetitif dan global ini, banyak orang dapat melakukan pekerjaan yang kita lakukan, karena itu, kita harus mampu bersaing, berbuat sesuatu yang menjadikan kita di atas dalam persaingan baik dalam pendidikan atau dalam pekerjaan. Salah satu cara untuk membedakan diri dari orang lain adalah melalui peningkatan kecerdasan emosi. Bila dikaitkan dengan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, maka peningkatan kecerdasan emosional menjadi urutan pertama dibandingkan dengan kecerdasan kecerdasan lainnya.

Kecerdasan emosional bisa dikembangkan melalui kelas-kelas pelatihan yang diadakan baik secara personal maupun kolektif dengan metode andragogi (pendidikan orang dewasa). Namun tidak kalah pentingnya bila kita rasakan emosi yang terlatih adalah berkat kebiasaan yang baik diusia dini. Ternyata kecerdasan emosional juga berkembang seiring meningkatnya usia walaupun dilapangan masih banyak dijumpai bahwa usia yang tinggi belum tentu mempunyai emosi yang baik dan terkelola dengan benar.

Selain pelatihan, ternyata membaca karya sastra juga bisa membantu meningkatkan kecerdasan emosional, karena memasuki karakter suatu tokoh bisa membangun rasa empati. Orang yang pandai mengendalikan emosi adalah orang hidupnya lebih nyaman dalam berbagai kondisi. Upaya mendapatkan umpan balik dari orang lain disekeliling kita juga dapat meningkatkan kecerdasan emosional, serta banyak cara lain untuk meningkatkan kecerdasan emosional.

Mari kita lihat kedepan bahwa kecerdasan yang bermanfaat adalah kecerdasan yang bisa membawa kebaikan bagi orang banyak. (ems’60)