BKD Provinsi Riau

Membangun Tim Yang Efektif

443

Oleh: Junaidi, S.Hut,T.MP

Widyaiswara di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau

Didalam dunia kerja baik di kepemerintahan maupun swasta tidak terlepas dari yang disebut kerjasama. Hal ini disebabkan karena di dalam menjalankan suatu pekerjaan yang begitu banyak, rumit, serta rentang kendalinya yang begitu luas, tidak memungkinkan pekerjaan tersebut dapat dikerjakan hanya oleh satu orang saja. Untuk itu diperlukan bantuan orang lain agar pekerjaan dapat terselesaikan secara efektif dan efisien. Namun tidak sedikit dari orang-orang yang terlibat didalam perkerjaan belum memandang sebuah organisasi sebagai tim, sehingga dalam perjalanan proses pekerjaan selalu berbenturan dengan masalah–masalah, dimana tanpa disadari konflik tersebut dapat berpengaruh terhadap kinerja suatu organisasi secara keseluruhan.

Untuk itu melalui tulisan ini penulis akan mencoba membahas apa itu tim, apa pula bedanya dengan kelompok, kemudian apa manfaat bekerjasama secara tim serta bagaimana caranya membentuk kerjasama yang efektif tersebut sehingga sebuah organisasi memiliki peforma yang tinggi didalam menjalankan organisasinya.

BEDA TIM DAN KELOMPOK

Sepintas tim dan kelompok memiliki makna yang sama, sehingga agak sulit mendefenisikannya. Berikut dipaparkan beberapa hal yang membedakan keduanya.

Secara makna, tim merupakan kumpulan beberapa orang yang bekerjasama secara solid dan terikat oleh sistem dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sedangkan kelompok juga merupakan kumpulan orang-orang yang bekerjasama dalam rangka mencapai tujuan namun belum tentu tujuannya sama dan belum tentu pula bekerja dalam kerangka sistem yang telah ditetapkan. Contoh yang tepat dalam hal ini adalah sebuah tim sepak bola dan sekelompok penontonnya.

Tim sepak bola disebut sebuah tim karena masing-masing orang yang terlibat didalamnya mempunyai peranan yang telah di tetapkan oleh team leader dan penetapan tersebut dilakukan sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan pula. Sedangkan penonton tidak terikat oleh aturan dan prosedur yang baku sehingga kapan dan dari pintu mana saja penonton ingin meninggalkan pertandingan yang sedang ditontonnya bisamelakukan sesuka hatinya.

Dalam tabel berikut ini akan terlihat beberpa prinsip yang membedakan antara tim dan kelompok antara lain :

TIMKELOMPOK
Tujuan yang ingin dicapai   Pendapat/Saran Konflik   Kerjasama  Sama   Dianggap sesuatu yang membangun. Diselesaikan dengan pendekatan menang-menang (Win-Win Solution)   Kompak, solid, terikat oleh sistem, rasa memiliki dan tanggungjawab yang tinggi terhadap pekerjaan.Belum tentu sama, karena motivasi masing-masing anggota bisa berbeda-beda.Dianggap sesuatu yang menjatuhkan dan memecah belah.   Diselesaikan dengan pendekatan menang-kalah.   Anggota cenderung mementingkan dirinya dan rapuh.

KENAPA PERLU BEKERJASAMA SECARA TIM?

Seperti yang sudah disampaikan di atas, bahwa pekerjaan yang begitu banyak dan rumit di dalam sebuah organisasi tidak mungkin dapat dikerjakan oleh satu orang saja, sehingga memerlukan bantuan orang lain agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien. Berikut ada empat alasan penting kenapa perlu bekerjsama secara tim :

  1. Resiko terhadap pekerjaan lebih kecil;
  2. Sumberdaya manusia lebih banyak, sehingga terjadi proses belajar;
  3. Kelemahan individu teratasi;
  4. Kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan lebih akurat.

 BAGAIMANA CARA MEMBANGUN TIM YANG EFEKTIF?

Untuk dapat memiliki tim yang efektif, maka harus berprinsip kepada beberapa hal di bawah ini :

  1. Anggota kelompok bersedia menerima berbagai perbedaan dan sumbang pikir dari masing–masing individu lainnya;
  2. Pemecahan masalah diselesaikan secara bersama dan terbuka;
  3. Pemecahan masalah dilaksanakan secara positif tanpa kebencian individu;
  4. Saran untuk memperbaiki kinerja diterima dengan baik, walau datang dari anggota tim lain;
  5. Tidak mencampur adukkan antara masalah pribadi dan pekerjaan;
  6. Antara anggota tim harus saling mempercayai;
  7. Setiap anggota tim harus memiliki tanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya;
  8. Setiap orang harus merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari tim secara keseluruhan, saling ketergantungan antara satu dengan yang lain.

PENUTUP

Atasan maupun bawahan harus bisa memaknai sebuah organisasi sebagai sebuah tim. Bila tidak maka upaya untuk mewujudkan visi dan misi sebuah organisasi secara efektif dan efisien, mustahil dapat dilakukan. Sebuah organisasi yang sehat adalah bila orang-orang didalamnya bisa memandang sebuah konflik sebagai sesuatu yang biasa di jumpai didalam dunia kerja. Dan bila terjadi maka bagaimana mengelola konflik tersebut dengan bijaksana dan berfokus kepada solusi jauh lebih penting dari pada mencari-cari kesalahan orang lain, diri sendiri dan situasi. Atasan yang bijak adalah atasan yang bisa meyelesaikan masalah internalnya secara bijak dan dapat bekerjasama secara harmonis dengan bawahannya dan begitu pula sebaliknya seorang bawahan harus bisa pula bekerjasama secara efektif dengan atasan dan rekan kerja lainnya.

Referensi: 1. Gary Dessler, Human Resource Management, Prentice-Hall, Inc, Florida International University, 2003. 2. Raymond   A Noe,   at all,   Fundamentals of Human Resource Management,MCCrawHill,NewYork,2004. Bahan Ajar Membangun Tim yang Efektif.