Pekanbaru, Senin (27/2) lalu Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Riau bersinergi dengan Kanreg XII Badan Kepegawaian Negara Pekanbaru mengadakan Workshop Penyusunan Analisis Jabatan, Analisis Beban Kerja dan Peta Jabatan di Lingkungan Propinsi Riau dan Kabupaten/Kota Se-Propinsi Riau.Acara yang dimulai sejak pagi hingga sore hari ini diikuti oleh 121 peserta yang berasal dari perwakilan setiap SKPD di lingkungan Propinsi Riau dan perwakilan beberapa Kabupaten/Kota.  

Kepala BKD Propinsi Riau Drs. Said Saqlul Amri, M.Si hadir dalam acara tersebut guna memberikan arahan sekaligus membuka workshop yang bertempat di Aula Kanreg XII BKN. Ia menyatakan sangat gembira akan terselenggaranya acara tersebut dan dapat difasilitasi oleh Kanreg XII BKN. “Saya berharap dalam satu atau dua bulan ke depan analisis jabatan dan beban kerja di Propinsi Riau sudah selesai”, tegasnya.

Turut hadir Kepala Kanreg XII BKN Pekanbaru Drs. Dede Djuanedhy, M.Si yang juga menyampaikan arahannya serta memberikan materi mengenai analisis jabatan secara umum.Dede Djunaedhy mengatakan bahwa workshop ini merupakan sebuah pemanasan, karena rencananya sekitar bulan depan BKN akan meminta perwakilan setiap pemerintah daerah untuk dibekali mengenai analisis jabatan dan beban kerja selama kurang lebih satu minggu. Ia juga menghimbau kiranya pelaksanaan analisis jabatan ini dapat terealisasi dengan baik.

Workshop analisis jabatan ini diselenggarakan guna menanggapi Peraturan Bersama Menpan & RB, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan tentang penundaan sementara penerimaan CPNS (moratorium). Peraturan tersebut mensyaratkan setiap instansi pemerintah wajib melakukan penataan organisasi dan penataan PNS secara keseluruhan. Untuk mempermudah dalam menghitung jumlah kebutuhan pegawai maka diperlukan analisis jabatan dan beban kerja yang didasari dengan Permenpan & RB Nomor 33 Tahun 2011 tentang pedoman Analisis Jabatan.

Abdul Wakhid, S.Sos, M.Si selaku ketua Tim Analisis Jabatan Kanreg XII BKN hadir sebagai narasumber yang didampingi oleh Delpa Nopri Kasmi, SH dan Wisudo Putro Nugroho, SH. Para peserta dibekali dengan menerapkan praktek pengisian langsung formulir analisis jabatan yang telah disediakan. Dan setelah selesai, perwakilan peserta diminta untuk mempresentasikannya di hadapan peserta lainnya. Pelaksanaan workshop yang hanya satu hari dirasa tidak cukup untuk belajar mengenai analisis jabatan dan beban kerja, walaupun demikian Abdul Wakhid berharap setidaknya para peserta mendapatkan pengetahuan dasar mengenai pedoman analisis jabatan dan beban kerja. **(dro)

http://www.bkn.go.id/kanreg12/in/berita/212-anjab-workshop-analisis-jabatan.html